PEMBAHASAN MATERI
1. Bilangan sampai 100
Bilangan cacah adalah bilangan yang dimulai dari 0, 1, 2, 3, dan seterusnya.
A. Membilang dan Membaca Bilangan
Contoh membaca bilangan:
-
1 = satu, 2 = dua, 3 = tiga, dan seterusnya sampai 10 = sepuluh.
-
11 = sebelas, 12 = dua belas, dan seterusnya sampai 20 = dua puluh.
-
21 = dua puluh satu, 25 = dua puluh lima, dan seterusnya sampai 30 = tiga puluh.
-
100 = seratus.
B. Menulis Lambang Bilangan
Contoh:
-
Tiga puluh empat = 34.
-
Lima puluh tujuh = 57.
-
Sembilan puluh = 90.
C. Menghitung Kumpulan Benda
Cara menghitung kumpulan benda adalah dengan menghitung benda satu per satu, kemudian menuliskan hasilnya dalam bentuk lambang bilangan.
2. Nilai Tempat Puluhan dan Satuan
Pada bilangan yang terdiri atas dua angka, angka sebelah kiri menempati nilai tempat puluhan, sedangkan angka sebelah kanan menempati nilai tempat satuan.
Contoh: Bilangan 47
-
Angka 4 menempati tempat puluhan, sehingga nilainya 40.
-
Angka 7 menempati tempat satuan, sehingga nilainya 7.
-
Jadi, 47 = 40 + 7.
Contoh lainnya:
-
35 = 3 puluhan + 5 satuan = 30 + 5.
-
82 = 8 puluhan + 2 satuan = 80 + 2.
-
60 = 6 puluhan + 0 satuan = 60 + 0.
3. Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan
A. Simbol Perbandingan
Terdapat tiga simbol yang digunakan untuk membandingkan bilangan, yaitu:
-
berarti lebih besar dari.
-
< berarti lebih kecil dari.
-
= berarti sama dengan.
B. Cara Membandingkan Bilangan
Untuk membandingkan dua bilangan yang terdiri atas dua angka, perhatikan angka puluhannya terlebih dahulu. Jika angka puluhannya sama, bandingkan angka satuannya.
Contoh:
-
45 ... 38. Karena 4 puluhan lebih besar daripada 3 puluhan, maka 45 > 38.
-
27 ... 29. Karena angka puluhannya sama, bandingkan satuannya. Angka 7 lebih kecil daripada 9, maka 27 < 29.
-
50 ... 50. Kedua bilangan sama, maka 50 = 50.
C. Mengurutkan Bilangan
Bilangan dapat diurutkan dari yang terkecil ke terbesar atau dari yang terbesar ke terkecil.
Contoh:
-
Urutan dari kecil ke besar: 12, 25, 38, 47.
-
Urutan dari besar ke kecil: 47, 38, 25, 12.
4. Penjumlahan dan Pengurangan sampai 20
A. Penjumlahan
Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua kelompok benda atau lebih sehingga jumlahnya menjadi lebih banyak.
Contoh:
-
8 + 5 = 13.
-
12 + 6 = 18.
B. Pengurangan
Pengurangan adalah kegiatan mengambil sebagian benda dari jumlah semula sehingga jumlahnya menjadi lebih sedikit.
Contoh:
-
15 − 7 = 8.
-
18 − 9 = 9.
C. Soal Cerita
Contoh penjumlahan:
Budi memiliki 9 kelereng. Kemudian, Beni memberikan 6 kelereng lagi kepada Budi. Berapa jumlah kelereng Budi sekarang?
Penyelesaian:
9 + 6 = 15 kelereng.
Contoh pengurangan:
Ani memiliki 17 permen. Kemudian, 5 permen dimakan. Berapa permen Ani yang tersisa?
Penyelesaian:
17 − 5 = 12 permen.
D. Tips Mengerjakan Soal Cerita
Perhatikan kata-kata dalam soal untuk membantu menentukan operasi hitung yang tepat.
-
Kata "diberi", "membeli lagi", dan "datang" biasanya menunjukkan penjumlahan.
-
Kata "dimakan", "hilang", "diberikan", dan "tersisa" biasanya menunjukkan pengurangan.
5. Makna Simbol Sama Dengan (=)
Tanda sama dengan (=) berarti nilai pada ruas kiri sama dengan nilai pada ruas kanan. Jadi, tanda sama dengan bukan sekadar menunjukkan hasil perhitungan.
A. Contoh Penggunaan Tanda Sama Dengan
-
5 + 3 = 8 (benar, karena kedua ruas bernilai 8).
-
4 + 2 = 3 + 3 (benar, karena kedua ruas bernilai 6).
-
7 + 2 = 6 + 4 (salah, karena 9 tidak sama dengan 10).
B. Mencari Bilangan yang Belum Diketahui
Contoh:
-
5 + ... = 12. Bilangan yang tepat adalah 7, karena 5 + 7 = 12.
-
... + 4 = 10. Bilangan yang tepat adalah 6, karena 6 + 4 = 10.
-
15 − ... = 8. Bilangan yang tepat adalah 7, karena 15 − 7 = 8.
C. Memahami Tanda Sama Dengan dengan Neraca
Bayangkan tanda sama dengan seperti sebuah neraca yang seimbang. Kedua sisi neraca harus memiliki berat atau nilai yang sama agar tetap seimbang.
6. Pola Bukan Bilangan (Pola Gambar dan Warna)
Pola adalah susunan benda, gambar, bentuk, atau warna yang memiliki aturan tertentu dan berulang secara teratur.
A. Contoh Pola Warna
-
Merah, biru, merah, biru, ... Berikutnya adalah merah.
-
Kuning, kuning, hijau, kuning, kuning, hijau, ... Berikutnya adalah kuning.
B. Contoh Pola Bentuk
-
Segitiga, lingkaran, segitiga, lingkaran, ... Berikutnya adalah segitiga.
C. Cara Menentukan Kelanjutan Pola
Perhatikan bagian pola yang berulang. Setelah menemukan uruta



