BAB 1: Taharah (Hadats dan Najis)
1. Pengertian Taharah, Hadats, dan Najis
-
Taharah: Bersuci dari hadats dan najis agar ibadah (seperti salat) sah di hadapan Allah SWT.
-
Hadats: Keadaan tidak suci pada diri seorang muslim yang menghalangi dirinya untuk beribadah (misalnya salat).
-
Najis: Kotoran yang menghalangi sahnya ibadah jika menempel pada badan, pakaian, atau tempat salat.
2. Pembagian Hadats dan Cara Menyucikannya
| Jenis Hadats | Contoh Keadaan | Cara Menyucikan |
| Hadats Kecil | Buang air kecil/besar, buang angin (kentut), menyentuh kemaluan, tidur nyenyak. | Berwudu atau bertayamum (jika tidak ada air). |
| Hadats Besar | Mimpi basah (bagi yang sudah balig), keluar darah haid/nifas. | Mandi wajib (mandi junub). |
3. Macam-Macam Najis dan Cara Menyucikannya
-
Najis Mukhaffafah (Najis Ringan)
-
Contoh: Air kencing bayi laki-laki yang berumur kurang dari 2 tahun dan belum makan/minum selain ASI.
-
Cara menyucikan: Cukup dengan memercikkan/mengusapkan air suci pada bagian yang terkena najis.
-
-
Najis Mutawassitah (Najis Sedang)
-
Contoh: Air kencing manusia, kotoran hewan/manusia, darah, nanah, bangkai (selain ikan dan belalang).
-
Cara menyucikan: Dicuci dengan air bersih sampai hilang warna, bau, dan rasanya.
-
-
Najis Mughallazah (Najis Berat)
-
Contoh: Air liur atau kotoran anjing dan babi.
-
Cara menyucikan: Basuh sebanyak 7 kali, salah satu basuhannya dicampur dengan tanah/debu yang suci.
-
BAB 2: Azan dan Iqamah
1. Pengertian dan Fungsi
-
Azan: Panggilan atau pemberitahuan bahwa waktu salat fardu telah masuk.
-
Iqamah: Panggilan atau seruan bahwa salat berjemaah akan segera dimulai.
-
Muazin: Orang yang mengumandangkan azan.
2. Penggunaan dan Perbedaan Azan & Iqamah
-
Azan dikumandangkan dengan nada relatif lebih lambat dan nada panjang untuk memanggil umat Islam agar bersiap-siap menuju masjid.
-
Iqamah dikumandangkan setelah azan saat jemaah sudah siap, dengan lafal yang dibaca lebih cepat dan pendek sebagai penanda imam dan makmum berdiri membentuk saf salat.
3. Lafal Azan dan Iqamah
Lafal Utama Azan:
-
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ (Allāhu Akbar Allāhu Akbar) — 2x
-
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ (Asyhadu allā ilāha illallāh) — 2x
-
أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ (Asyhadu anna Muhammadar rasūlullāh) — 2x
-
حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ (Hayya 'alaṣ-ṣalāh) — 2x
-
حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ (Hayya 'alal-falāḥ) — 2x
-
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ (Allāhu Akbar Allāhu Akbar) — 1x
-
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ (Lā ilāha illallāh) — 1x
Catatan Khusus Azan Subuh:Setelah Hayya 'alal-falāḥ, ditambahkan kalimat:
الصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ (Aṣ-ṣalātu khairum minan-naūm) — 2x
(Artinya: Salat itu lebih baik daripada tidur).
Lafal Khusus pada Iqamah:
Pada iqamah terdapat penambahan kalimat berikut sebelum Allāhu Akbar penutup:
قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ ، قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ (Qad qāmatiṣ-ṣalāh, Qad qāmatiṣ-ṣalāh)
(Artinya: Sungguh salat akan segera dimulai).
BAB 3: Praktik dan Bacaan Salat Fardu
1. Urutan Gerakan dan Bacaan Salat
-
Niat dan Takbiratul Ihram
-
Mengangkat kedua tangan sejajar telinga/bahu sambil membaca:
اللهُ أَكْبَرُ (Allāhu Akbar).
-
-
Bersedekap
-
Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri di dada/perut, melafalkan doa Iftitah, surah Al-Fatihah, dan surah pendek.
-
-
Rukuk
-
Membungkukkan badan dengan punggung rata dan tangan memegang lutut.
-
Bacaan: سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ (Subḥāna rabbiyal-'aẓīmi wa biḥamdih) — 3x.
-
-
Iktidal
-
Bangkit berdiri tegak dari rukuk sambil mengangkat kedua tangan.
-
Bacaan: سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ (Sami'allāhu liman ḥamidah), dilanjutkan رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ... (Rabbanā lakal-ḥamd...).
-
-
Sujud
-
Menempelkan dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung jari kaki ke lantai.
-
Bacaan: سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ (Subḥāna rabbiyal-'a'lā wa biḥamdih) — 3x.
-
-
Duduk di Antara Dua Sujud
-
Duduk tegak di atas kaki kiri dan menegakkan kaki kanan.
-
Bacaan: رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي (Rabbighfirlī warḥamnī wajburnī warfa'nī warzuqnī wahdinī wa 'āfinī wa'fu 'annī).
-
-
Tasyahud Awal (Pada rakaat kedua salat 3/4 rakaat)
-
Duduk membaca lafal tasyahud dan salawat kepada Nabi Muhammad SAW.
-
-
Tasyahud Akhir
-
Membaca bacaan tasyahud lengkap sampai salawat kepada Nabi Ibrahim AS.
-
-
Salam
-
Menolehkan wajah ke kanan lalu ke kiri membaca:
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ (Assalāmu 'alaikum wa raḥmatullāh).
-
2. Hikmah Salat Fardu
-
Mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai tanda syukur dan pengabdian.
-
Melatih kedisiplinan dan tepat waktu dalam kehidupan sehari-hari.
-
Menjaga kebersihan dan kesucian tubuh serta pakaian (karena harus bersuci sebelum salat).
-
Mencegah perbuatan keji dan munkar (perbuatan buruk).
-
Membentuk pribadi yang tenang, jujur, dan rendah hati.



